Ditelantarkan Ayah dan Ibu, Bayi 1 Tahun Meninggal Kelaparan

Ditelantarkan Ayah dan Ibu, Bayi 1 Tahun Meninggal Kelaparan
Sungguh malang nasib balita Ferisa (1).
Setelah diterlantarkan kedua orangtuanya hingga sakit akibat kelaparan, dia lalu meninggal dunia.
Tragisnya, malah jenazah diurus sanak tetangga.
Ferisa meninggal dunia di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Salewangang, Kota Turikale, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (3/3/2016).
Lalu, jenazahnya disemayamkan di rumahnya, komplek perumahan Griya Mitra Asri blok B 16, Desa Bonto Ramba, Kecamatan Mandai, Maros.
Selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum di Ciddika, Baddoka, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanannya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari penyemayaman hingga pemakaman, jenazah Ferisa tidak didampingi ayahnya, Abdul Latif yang pergi mengasingkan diri.
“Kami sudah telepon bapaknya, tapi tidak mau datang. Katanya takut sama polisi," kata seorang tetangga, Sitti Rabiul Awal
Beda dengan ibunya, Risnawati yang pergi 5 hari lalu untuk cari kerja. Saat pergi ia hanya meninggalkan uang Rp 10 ribu, untuk lima anak dan neneknya.
Rabiah yang juga PNS di Maros itu menceritakan, saat pulang kerja, Selasa lalu, dia tak mendengar lagi tangis balita tetangganya.
Dia lalu masuk ke kamar. Dia kaget sebab menemukan tiga anak Risna itu sudah kurus semua. "Saya dan keluarga langsung bawa ke rumah sakit dan dapat penangangan medis," ujarnya.
Mereka adalah Ferisa (1) dan lima kakak kandungnya; Fitrah (2) Sarina (5), Sandi (7), Sultan (11), Surianti (13).
Hingga kemarin, Ferrisa dan neneknya, Dg Tija, masih mendapat perawatan di UGD RS Maros namun subuh tadi Ferisa menghembuskan nafas terakhirnya.

Sedangkan empat kakaknya, dibawa oleh otoritas sosial Pemkab Maros, ke Panti Asuhan Yadi, sekitar 8 km dari Kompleks Griya Mitra, Mandai.
Dokter menyebut Ferisa kekurangan gizi. Ferisa hanya
memiliki berat 5 kg. Padahal, seharusnya berat badannya harus mencapai minimal 10 kg di usianya yang sudah 13 bulan.
Ayah lima anak itu, Abdul Latif (46), sejak usai lebaran Idulfitri 2015, meninggalkan istri Risnawati (36) dan lima anaknya. Latif adalah pria asal Parepare, meninggalkan anaknya setahun lalu saat dia masih di tinggal di Baddokka, Makassar.
"Saya ditinggal 7 bulan lalu, kanar terakhir dia menikah lagi," kata Risnasambil memberi minuman susu dot ke putri bungsunya.
Risnawaty sendiri adalah burtuh cuci beberapa rumah tangga di Komplek Villa Mutiara Pattene, di perbatasan Biringkanaya dan Maros.
Dia mengaku bekerja untuk mencarikan pembeli susu untuk anaknya. Pasalnya, susu yang seharusnya diminum oleh Ferisa sudah habis dan diganti dengan teh.
"Saya ke Makassar empat hari lalu dan bekerja sebagai tukang laundry. Itu saya lakukan untuk membeli susu. Kalau habis susunya, yang dikasi teh saja," ujarnya.

Suryanti mengaku digaji Rp 20 ribu sehari. Uangnya tersebut habis pada ongkos petepete jika setiap harinya dia pulang pergi Maros- Makassar.Hal tersebut membuatnya memilih untuk menginap di Makassar supaya ongkos petepetenya berkurang dan bisa dijadikan pembeli susu.
"Saya tidur di laundry karena petepete itu Rp30 ribu PP. Sementara gaji saya hanya Rp 20 ribu sehari," ujarnya.
Dia mengaku, saat meninggalkan rumahnya, kondisi kesehatan anak dan ibu kandungnya masih sehat. Saat meninggalkan, dia hanya memberikan uang Rp 10 ribu kepada ibunya sebagai pembeli teh dan gula.
Kabid Penanganan Sosial Dinas sosial Maros, Nur Ani mengatakan, nenek bersama cucunya yang masih sakit menjalani perawatan di RSUD Salewangang.
"Nenek sama bayinya sakit dan masih dirawat dan lainnya dititip di panti asuhan Yadi Maros," ujarnya.Bupati Maros Hatta Rahman saat berkunjung ke redaksi Tribun Timur Jl Cenderawasi nomor 430 Makassar, mengatakan, hal tersebut ditangani oleh Dinas Sosial."Dia (Ferisa) tidak ditinggalkan oleh ibunya. Ibunya hanya pergi kerja," katanya.
loading...

0 Response to "Ditelantarkan Ayah dan Ibu, Bayi 1 Tahun Meninggal Kelaparan"

Posting Komentar